Oleh: Fikri GunduL | 5 Juni 2011

Aturan Bertanding Pencak Silat

  1. Pesilat saling berhadapan dengan menggunakan unsur pembelaan dan serangan Pecncak Silat yaitu menangkis / mengelak, mengenakan sasaran dan menjatuhkan lawan, menerapkan kaidah-kaidah Pencak Silat serta mematuhi larangan-larangan yang ditentukan.
    Yang dimaksud dengan kaidah adalah bahwa dalam mencapai prestasi teknik, seorang pesilat harus mengembangkan pola bertanding yang dimulai dari sikap pasang, langkah serta mengukur jarak terhadap lawan dan koordinasi dalam melakukan serangan / pembelaan serta kembali ke sikap pasang
  2. Pembelaan dan serangan yang dilakukan harus berpola dari sikap awal / pasang atau pola langkah, serta adanya koordinasi dalam melakukan serangan dan pembelaan.
    Setelah melakukan serangan / pembelaan harus kembali pada sikap awal / pasang dengan tetap menggunakan pola langkah.
    Wasit akan meberikan aba-aba ”LANGKAH” jika seorang pesilat tidak melakukan teknik Pencak Silat yang semestinya.
  3. Serangan beruntun harus tersusun dengan teratur dan berangkai dengan berbagai cara kearah sasaran sebanyak-banyaknya 4 jenis serangan. Pesilat yang melakukan rangkaian serang bela lebih dari 4 jenis akan diberhentikan oleh Wasit.
    Serangan sejenis dengan menggunakan tangan yang dilakukan secara beruntun dinilai satu serangan
  4. Serangan yang dinilai adalah serangan yang menggunakan pola langkah, tidak terhalang, mantap, bertenaga, dan tersusun dalam koordinasi teknik serangan yang baik

Aba-aba pertandingan

  1. Aba-aba ”BERSEDIA” digunakan dalam persiapan sebagai peringatan bagi pesilat dan seluruh aparat pertandingan bahwa pertandingan akan segera dimulai
  2. Aba-aba ”MULAI” digunakan tiap pertandingan dimulai dan akan dilanjutkan pula, bisa pula dengan isyarat
  3. Aba-aba ”BERHENTI” digunakan untuk menghentikan pertandingan
  4. Aba-aba ”PASANG” dan ”SILAT” digunakan untuk pembinaan
  5. Pada awal dan akhir pertandingan setiap babak ditandai dengan pemukulan gong

Sasaran
Yang dapat dijadikan sasaran sah dan bernilai adalah ”togok” yaitu bagian tubuh kecuali leher ke atas dan dari pusat ke kemaluan

  1. Dada
  2. Perut (pusat ke atas)
  3. Rusuk kiri dan rusuk kanan
  4. Punggung atau belakang badan
    Bagian tungkai dan lengan dapat dijadikan sasaran serangan antara dalam usaha menjatuhkan tetapi tidak mempunyai nilai sebagai sasaran perkenaan

Larangan
Larangan yang dinyatakan sebagai pelanggaran :

  1. Pelanggaran Ringan
    a. Tidak menggunakan pola langkah dan sikap pasang
    b. Keluar dari gelanggang secara berturut-turut. Yang dimaksud dengan berturut-turut adalah lebih dari 2 (dua) kali      dalam 1 (satu) babak.
    c. Merangkul lawan dalam proses pembelaan
    d. Melakukan serangan dengan teknik sapua sambil merebahkan diri secara berulang kali dengan tujuan untuk                  mengulur waktu
    e. Menghubungi orang luar dengan sikap / isyarat dan perkataan
    f. Kedua pesilat pasif atau bila salah satu pesilat pasif lebih dari 5 (lima) detik
    g. Bersuara dengan teriakan (berteriak) / suara mulut / vokal yang berlebihan selama bertanding. Sebelumnya akan      didahului dengan pembinaan sebanyak 2 (dua) kali dalam setiap babak
    h. Lintasan serangan yang salah yang tidak menyebabkan lawan cedera
  2. Pelanggaran Berat
    a. Menyerang bagian badan yang tidak sah yaitu leher, kepala serta bawah pusat hingga kemaluan dan                                  mengakibatkan lawan cidera / jatuh
    b. Usaha mematahkan persendian secara langsung

c. Sengaja melemparkan lawan keluar gelanggang
d. Membenturkan / menghantukkan kepala dan menyerang dengan kepala
e. Menyerang lawan sebelum aba-aba ”MULAI” dan menyerang sesudah aba-aba ”BERHENTI” dari Wasit,                                        menyebabkan lawan cidera
f. Menggumul, menggigit, mencakar, mencengkeram dan menjambak (menarik rambut)
g. Menentang, menghina, mengeluarkan kata-kata yang tidak sopan, meludahi, memancing-mancing dengan suara                     berlebihan terhadap lawan maupun terhadap Aparat Pertandingan (Delegasi Teknik, Ketua Pertandingan, Dewan
Wasit Juri dan Wasit Juri)
h. Melakukan penyimpangan terhadap aturan bertanding setelah mendapat Peringatan I karena pelanggaran hal                           tersebut

Kesalahan teknik pembelaan

  1. Serangan yang sah dengan lintasan dan serangan yang benar, jika karena kesalahan teknik pembelaan lawannya yang salah (elakan yang menuju pada lintasan serangan), tidak dinyatakan sebagai pelanggaran
  2. Jika pesilat yang kena serangan tersebut cidera, maka Wasit segera memanggil dokter. Jika dokter memutuskan pesilat tersebut tidak fit, maka ia dinyatakan kalah teknik
  3. Jika pesilat yang kena serangan tersebut menurut dokter ”fit” dan tidak dapat segera bangkit, Wasit langsung melakukan hitungan teknik

Hukuman
Tahapan dan bentuk hukuman :

  1. Teguran
    Diberikan apabila pesilat melakukan pelanggaran ringan
    Teguran terdiri atas Teguran I dan Teguran II
    Teguran berlaku hanya untuk 1 (satu) babak saja
  2. Peringatan. Berlaku untuk seluruh babak, terdiri atas :
    a. Peringatan I : diberikan bila pesilat melakukan :
    1. Pelanggaran berat
    2. Mendapat teguran yang ketiga akibat pelanggaran ringan setelah Peringatan I masih dapat diberikan teguran                terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama
    b. Peringatan II :
    Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan I.
    Setelah Peringatan II masih dapat diberikan teguran terhadap pelanggaran ringan dalam babak yang sama                  c.  Peringatan III :
    Diberikan bila pesilat kembali mendapat hukuman peringatan setelah peringatan II, dan langsung dinyatakan diskualifikasi Peringatan III harus dinyatakan oleh Wasit
    d. Diskualifikasi
    1. Mendapat peringatan setelah peringatan I
    2. Melakukan pelanggaran berat yang didorong oleh unsur-unsur kesengajaan dan bertentangan dengan norma               sportivitas
    3. Melakukan pelanggaran berat dengan hukuman peringatan I dan lawan cidera tidak dapat melanjutkan                             pertandingan atas keputusan Dokter Pertandingan
    4. Setelah penimbangan 15 menit sebelum pertandingan, berat badannya tidak sesuai dengan kelas yang diikuti
    5. Pesilat terkena Doping. Diskualifikasi adalah gugurnya hak seorang Pesilat dalam melanjutkan pertandingan,                 kecuali untuk mendapatkan Medali, apabila Pesilat tersebut sudah pada babak Semi Final dan Final. Dan                         apabila Pesilat tersebut terkena Doping, maka gugur seluruh haknya pada pertandingan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: