Oleh: Fikri GunduL | 8 Juni 2010

System Urinaria

Pengertian

Proses penyaringan darah dengan mengeluarkan zat yang tidak diperlukan serta menyerap kembali zat yang masih diperlukan tubuh

Ginjal

Letak :

–          Pada dinding posterior abdomen daerah lumbal (kanan & kiri tulang belakang)

–          Tinggi antara v. torakalis terakhir sampai c. lumbalis ke-3

–          Ginjal kanan lebih rendah dari ginjal kiri

Bentuk :

Seperti kacang polong

–          P = 6 – 7,5cm; tebal = 1,5 – 2,5 cm; berat 140 gram

Struktur ginjal

–          Lapisan luar : korteks (berwarna gelap)

–          Lapisan dalam : medulla (berwarna pucat)

–          Pada bagian medulla terdapat 15 – 16 renal pyramid, dengan bagian dasar ke arah korteks & ujungnya bermuara ke kaliks minor. Kaliks mayor berhubungan dengan pelvis

–          Setiap ginjal terdiri dari 1 juta nefron yang terletak diantara korteks & medulla

Fungsi ginjal

–          Pengeluaran zat sisa organic ( urea, asam urat, keratin, penguraian Hb dan hormone)

–          Mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian ion (natrium, kalium, kalsium, magnesium, sulfat dan fosfat)

–          Membantu memelihara keseimbangan asam dan basa dengan menyesuaikan pengeluaran H+ dan HCO3- dan ammonium (NH4+)

–          Mengatur produksi sel darah merah (eritropoietin)

–          Pengendalian terbatas terhadap konsentrasi glukosa darah dan asam amino darah

–          Mengekskresikan (eliminasi) produk sisa metabolism tubuh (missal : urea, asam urat dan keratin

Nefron

Yaitu : satuan unit fungsional terkecil dari ginjal yang mampu membentuk urin

Bagian dari nefron :

–          Glumerulus¸berkas kapiler berbentuk bola & terletak di korteks, fungsi : menyaring plasma bebas protein

–          Kapsula bowman, selaput berkantung pembungkus glomerulus, fungsi : menampung cairan yang difiltrasi dari glomelurus

–          Tubulus kontortus proksimal, saluran berliku-liku dekat kapsula bowman & terletak di korteks

–          Loop of Henle, lengkungan tajam berbentuk huruf U, terdiri dari Pars asendens & Pars desendens, terletak di medulla

–          Tubulus kontortus distal, saluran berliku-liku yang terletak pada daerah korteks & bermuara ke tubulus pengumpul

Arteri renalis

Percabangan dari aorta abdominalis

  • Arteri aferen (yang masuk ke glomerulus)
  • Arteri eferen (yang keluar dari glomerulus)

Kapiler pritubulus :

Terdapat disekeliling tubulus

Vena renalis

Pembuluh yang keluar dari ginjal & bermuara ke vena kava inferior

Pembentukan urin

Filtrasi glomerulus

–          Penyaringan darah bebas protein plasma melalui glomerulus

–          Hasil penyaringan ditampung oleh kapsula Bowman & dialirkan ke tubulus ginjal

Reabsorpsi tubulus

–          Penyerapan kembali zat yang masih diperlukan oleh tubuh atau perpindahan zat lumen tubulus ke kapiler peritubulus

–          Zat yang direabsorpsi tidak keluar melalui urin, tetapi diangkut oleh kapiler peritubulus ke system vena, masuk ke jantung untuk diedarkan lagi

–          Zat yang tidak direabsorpsi, merupakan zat yang tidak bermanfaat & membahayakan jika tertimbun di dalam tubuh

zat reabsorpsi aktif : Na +, glukosa dan asam amino

zat reabsorpsi pasif : Cl-, H2O dan urea

Sekresi tubulus

–          Perpindahan selektif zat dari kapiler peritubulus ke lumen tubulus

–          Bahan yang paling penting disekresi oleh tubulus adalah ion H+, K+ dan ion organic

–          Sekresi H+ terjadi pada tubulus proksimal, distal dan tubulus pengumpul, sekresi ini penting untuk pengaturan keseimbangan asam basa dalam tubuh. Jika cairan tubuh terlalu asam maka sekresi H+ dalam cairan tubuh terlalu rendah

–          Sekresi K+ terjadi pada tubulus distal dan duktus pengumpul

–          Ion organik yang disekresikan meliputi protagladin, zat-zat tambahan makanan, pestisida, obat, dll

Pars desendens

–          Sangat permeable terhadap H2O

–          Tidak mengeluarkan Na+

Pars asendens

–          Secara aktif mengangkut NaCl keluar dari lumen tubulus ke dalam cairan interstitium disekitarnya

–          Selalu impermeable terhadap H2O

Hormon yang berperan

–          Hormon hidrokortison, aldosteron & kortikosteron (dari adrenal bagian korteks)

Fungsi : berperan dalam sekresi & reabsorpsi Na+ & K+

–          ADH (dari hipofisis belakang)

Fungsi : berpengaruh terhadap reabsorpsi air

Volume urin yang dihasilkan setiap hari 600 ml – 2500 ml / lebih

–          Komposisi :

Air 95% dan sisanya terdiri dari urea, asam urat, kreatinin, asam hipurat, badan keton, ion : Na+, Cl-, K+, Anomium, sulfat, kalsium dan magnesium ; katabolit hormon; berbagai toksin, enzim, pigmen, dan vitamin ; albumin; dsb

–          Sifat fisik :

Warna : kuning pucat dan jernih

Bau : berbau ammonia

pH : 4,8 – 7,5 berkisar 6

berat jenis : 100

Ureter

–          Terdiri dari 2 saluran, p = 25 – 30 cm, diameter = 4 – 6 mm

–          Dinding tersusun atas 3 lapisan :

  • Lapisan luar: lapisan fibrosa
  • Lapisan tengah : muskularis longitudinal dan otot polos
  • Lapisan dalam : epitel mukosa

Kandung kemih

–          Berbentuk kerucut seperti buah pis/kendi

–          Bagian terdiri dari : fundus, korpus, vortex

–          Dinding tersusun atas :

  • Lapisan luar : serosa
  • Lapisan tengah : otot detrusor
  • Lapisan submukosa ; terdapat arteri, vena & limfe
  • Lapisan mukosa : epitel transisional

Uretra

–          Saluran sempit dari leher kandung kemih ke lubang luar

–          Pria (p= 17 – 25 cm) & bermuara melalui penis

  • Uretra prostatic : dikelilingi kelenjar prostat
  • Uretra membranosa : bagian yang terpendek 1-2 cm
  • Uretra kevernosus : bagian yang terpanjang

–          Wanita (p = 3-4 cm) & bermuara di atas vagina

Proses Mikturisi

Pintu keluar kandung kemih dijaga oleh sfingter : sfingter uretra interna dan sfingter uretra eksterna

Sfingter : cincin otot (polos) yang bila berkontraksi, menutup aliran yang melewati lubang yang bersangkutan

Mikturisi : proses pengeluaran urin, meliputi

–          Pengaliran urin dari ureter ke kandung kemih

–          Pengosongan urin dari kandung kemih

Proses mikturisi

–          Kontraksi k. kemih : relaksasi sfingter uretra interna & eksterna

–          Pencegahan mikturisi : konstraksi pada sfingter utetra eksterna

Gangguan system urinaria

Sistisis, inflamasi kandung kemih akibat bakteri e. coli

Glomerulonefritis, inflamasi nefron terutama pada glomerulus

Pielonefritis, inflamasi ginjal dan pelvis ginjal akibat infeksi bakteri

Batu ginjal, pengendapan garam kalsium, magnesium, asam urat dan sistein

Gagal ginjal, hilangnya fungsi, bias terjadi secara akut dan kronik

Kesimpulan

–          Ginjal berperan dalam membantu homeostasis, diantaranya adalah :

Fungsi regulasi

–          Mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar elektrolit CES

–          Mempertahankan pH dengan mengeleminasi kelebihan H+ (asam) atau HCO3 (basa) dalam urin

–          Mempertahankan volume plasma yang sesuai

–          Mempertahankan keseimbangan air dalam tubuh

Fungsi ekskresi

–          Mengekskresikan produk akhir metabolisme yang bersifat toksisk

–          Mengekskresikan senyawa yang masuk ke dalam tubuh

Fungsi hormonal

–          Mengekskresikan eritropoietin, hormone yang merangsang produksi sdm

–          Mengekskresikan rennin, untuk mengontrol reabsorpsi Na+ dalam memelihara volume plasma dan tekanan darah arteri

Fungsi metabolism

–          Membantu mengubah vitamin D menjadi bentuk aktif


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: