Oleh: Fikri GunduL | 8 Juni 2010

System Reproduksi Pria

Fungsi utama

–          Pembentukan sperma (spermatogenesis)

–          Penyaluran sperma pada saluran reproduksi wanita

Struktur reproduksi pria

Terdiri dari

–          Organ reproduksi prmer : sepasang testis

–          Terbungkus dalam skrotum

Fungsi :

–          Menghasilkan spermatozoa

–          Mengeluarkan hormon testosterone

Saluran reproduksi pada, meliputi :

–          Epididimis, duktus vas deferens, duktus ejakulatoris, uretra

Epididimis dan vas deferens

–          Sebagai tempat keluarnya sperma dari testis

–          Sebagai tempat pematangan motolitas dan fertilitas sperma

–          Memekatkan dan menyimpan sperma

Duktus ejakulatoris

–          Terbentuk karena hubungan antara duktus deferens dengan vesikula seminalis menembus kelenjar prostat untuk bermuara ke uretra

Uretra

–          Mengangkut sperma keluar penis selama ejakulasi

Kelenjar seks tambahan meliputi,

–          Vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar bubouretra

Fungsi vesikula seminalis :

–          Menghasilkan fruktosa untuk member makan sperma

–          M embentuk sebagian besar cairan semen

Fungsi kelenjar prostat :

–          Mengeluarkan cairan basa yang menetralkan sekresi vagina yang asam

–          Memicu pembekuan semen untuk menjaga sperma tetap berada di dalam vagina saat penis dikeluarkan

Fungsi kelenjar bulbouretra :

–          Mengeluarkan mucus untuk pelumasan

Tubulus seminiferus, yaitu :

–          Saluran berkelok-kelok dalam testis yang menghasilkan spermatozoa

–          Terdiri dari sel spermatogenik (menghasilkan sperma) dan sel penyongkong ( sel sertoli)

Struktur spermatozoa

Spermatozoa terdiri dari 3 bagian:

–          Kepala, terdiri dari nucleus, yang mengandung informasi genetik sperma, dan akrosom, vesikel berisi enzim untuk menembus ovum

–          Bagian tengah : terdapat selubung mitokondria untuk mengatur gerakan ekor

–          Ekor : berbentuk panjang seperti pecut, digerakan oleh energi yang dihasilan mitokondria

Organ repruduksi pria

Penis : organ yang digunakan untuk menaruh spema pada wanita

Perilaku seksual pria, terdiri dari :

–          Ereksi : pengerasan penis yang dalam keadaan normal lemas yang memungkinkan masuk ke vagina

–          Ejakulasi : penyemprotan kuat dan eksplusif sperma ke dalam uretra dan keluar dari penis

Terjadinya ereksi : pembengkakan jaringan erektil penis oleh darah akibat vasodilatasi arteriol penis yang diinduksi oleh system parasimpatis dan penekanan vena secara mekanis

Proses spermatogenesis

–          Spermatogonia membelah terus menerus dengan cara mitosis 46 kromosom

–          Setelah terjadi pembelahan mitosis, membentuk 4 spermatosit primer (46 kromosom ganda)

–          Setelah meiosis I, terbentuk spermatosis sekunder (23 kromosom ganda)

–          Setelah meiosis II, terbentuk 4 spermatid terjadi (23 kromosom tunggal)

–          Setiap spermatid mengalami modifikasi menjadi spermatozoa

Terjadinya pembuahan :

–          Terjadi di ampula oviduktus (1/3 atas oviduktus)

–          Setelah ovulasi, ovum akan ditangkap oleh fimbriae

–          Umur ovum 24 jam, sperma dapat hidup di saluran reproduksi wanita 2 hari

–          Perjalanan sperma dari vagina ke oviduktus : ½ jam setelah ejakulasi

Meleburnya sperma dan ovum

–          Ovum matang mengeluarkan zat kimia yang menarik sperma, sehingga sperma terdorong ke ovum

–          Dari beberapa juta sperma hanya beberapa ribu yang bisa sampai ke oviduktus

–          Diperlukan enzim akrosom yang banyak dari sperma untuk meruntuhkan pelindung ovum

–          Sperma I yang mencapai ovum, berfusi dengan membran plasma ovum, sehingga memicu perubahan kimia di membran ovum, sehingga lapisan ini tidak lagi dapat di tembus sperma lainnya “block to polispermy”

–          Kepala sperma yang berfusi tertarik dalam sitoplasma ovum, ekor sperma lenyap

–          Sperma dan ovum menyatu (1 jam)

Terjadinya pembuahan :

–          3-4 hari setelah pembuahan, zigot masih di ampula è morula

–          Morula turun ke uterus, terapung bebas dalam ruang uterus 3-4 hari (dengan terus membelah diri)

–          Morula è blastokis (implantasi) terjadi 1 minggu setelah pembuahan

Kehamilan di  oviduktus apabila morula gagal turun ke uterus, timbul rasa nyeri karena oviduktus tidak bisa meregang

Hal-hal yang terjadi pada masa kehamilan :

–          Masa kehamilan : 38 minggu, plasenta: organ khusus untuk pertukaran darah ibu dan janin

–          Minggu ke 5 setelah implantasi, plasenta sudah bekerja penuh

–          Plasenta mengeluarkan hormone HCG (human chorionic gonadotropin)

–          Fungsi HCG : mempertahankan corpus luteum kehamilan

–          Corpum luteum, banyak menghasilkan esterogen & progesterone selama 10 minggu, setelah itu diambil alih oleh plasenta

–          Pada saaat hamil, menstruasi berhenti karena ada hormone esterogen & progesterone, sehingga endonetrium tidak luruh.

–          Progesterone :

  • Menekan LH, sehingga untuk mempertahankan corpus luteum diambil alih oleh HCG
  • Mencegah pematangan dan ovulasi ovum folikel lain

Perkembangan embrio

–          HCG dikeluarkan tubuh melalui urin, untuk mendeteksi kehamilan, bisa dideteksi setelah terlambat haid 2 minggu

–          Morning sickness : mual dan muntah pada pagi hari, timbul setelah implantasi dan produksi HCG mencapai puncak

Fungsi estrogen dan progesterone selama hamil

Esterogen

–          Merangsang pertumbuhan miometrium, meningkatkan kekuatan uterus untuk persalinan

–          Membantu mempersiapkan kelenjar untuk laktasi

progesteron

–          Mencegah keguguran dengan menekan kontraksi miometrium

–          Mendorong pembentukan sumbat mucus di saluran serviks untuk mencegah pencemaran kuman dari vagina mencapai uterus

–          Merangsang perkembangan kelenjar susu untuk laktasi

Terjadinya proses persalinan

Tahapan persalinan :

  1. Posisi janin menjelang akhir kehamilan
  2. Tahap pertama : dilatasi serviks
  3. Tahap kedua : pelahiran bayi
  4. Tahap ketiga : pengeluaran plasenta

I . Penghambatan transport sperma ke ovum :

  1. Alamiah : berdasarkan daur haid, dengan mengukur suhu tubuh lebih tinggi sekitar 1 hari dari biasanya, saat bangun tidur
  2. Dengan tes urin, untuk mendeteksi :
    1. Esterogen meningkat (lampu merah) : ovulasi terjadi dalam waktu 4 hari
    2. Progestero menurun (lampu hijau) : ovulasi sudah lewat
    3. Koitus interuptus : penarikan keluar penis dari vagina sebelum terjadi ejakulasi
    4. Kontrasepsi kimiawi : gel, busa, krim, supositoria spermisida
    5. Pria : kondom, wanita : cervical cap, spons kontrasepsi
    6. Sterlisasi : pemotongan pada duktus deferens (vasektomi)

: pemotongan pada oviduktus (ligasi tuba)

II. pencegahan ovulasi : pil anti hamil

III.  penghambatan implantasi : IUD dan morning after pill


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: