Oleh: Fikri GunduL | 8 Juni 2010

System Imunitas

Imunitas, mengacu pada kemampuan tubuh menahan atau mengeliminasi benda asing atau sel abnormal yang berpotensial berbahaya.

Pertahanan tubuh terdiri dari :

– Pertahanan

– Pertahanan spesifik

Perlindungan Nonspesifik

Perlindungan umum terhadap invasi benda asing, misal : agen infeksi, iritan kimia, cedera jaringan atau luka bakar

Disebut sebagai imun bawaan lahir atau imunitas alami

Mencakup

a. Peradangan

Serangkaian kejadian yang saling berkaitan dan inheren yang terutama melibatkan nuetrofil, makrofag dan perubahan vaskuler lokal, yang diaktifkan sebagai respon terhadap invasi benda asing atau kerusakan jaringan (tanda : rubor/ kemerahan, calor/hangat. Tumor/bengkak & dolor/nyeri)

b. Interferon

Sekelompok protein yang secara nonspesifik mempertahankan tubuh terhadap infeksi virus

Cara kerja Interferon :

– Membentuk enzim yang dapat merusak RNAm-nya virus & menghambat sintesis protein, sehingga replikasi virus tidak terjadi

c. Sel natural killer

Sel khusus mirip limfosit yang dapat menghancurkan sel pejamu yang terinfeksi virus dan sel kanker

Cara kerjanya :

– Secara langsung, dengan melisiskan membran sel yang terinfeksi virus & kanker pada saat pertama berjumpa

d. Sistem komplemen

Sekelompok protein plasma inatif yang apabila dapat menghancurkan sel asing dengan menyerang membran plasma.

Cara kerjanya :

– Dengan membentuk protein komplemen, teridir dari komponen 1 (C1 sampai C9) yang membentuk kompleks protein yang besar, sehingga terbentuk saluran seperti pori-pori di membran sel sasaran & terjadi kebocoran yang menyebabkan sel tersebut hancur.

Bakteri

– Mikroorganisme bersel tunggal yang tidak berinti

– Mempunyai semua perangkat yang esensial bagi kelangsungan hidup & reproduksi

– Bakteri patogen yang menginvasi tubuh, dapat menyebabkan kerusakan jaringan & menimbulkan penyakit dengan cara mengeluarkan enzim atau toksin yang dapat mencederai / mengganggu fungsi sel/organ yang terkena

Virus

– Virus, hanya terdiri dari asam nukleat (DNA/RNA) yang terbungkus dalam selubung protein

– Tidak mempunyai perangkat untuk menghasilkan energi & membentuk protein, sehingga tidak mampu menjalankan metabolisme atau reproduksi, kecuali jika menginvasi sel pejamu

– Virus yang menginvasi tubuh dapat mengambil alih fasilitas biokimiawi untuk kepentingan mereka sendiri.

PERTAHANAN SPESIFIK

Secara selektif menyerang benda asing tertentu yang sudah ditemukan sebelumnya

Mencakup :

– Imunitas humoral

Pembentukan antibodi/turunan limfosit B

– Imunitas seluler

Pembentukan limfosit T aktif, yang langsung menyerang sel yang tidak diinginkan

Sel T melisiskan sel host

– a&b Virus menginfeksi sel host

– c Sel T mengenal & berikatan dengan antigen virus

– d Sel T mengeluarkan zat-zat kimia yang menghancurkan sel sebelum virus dapat masuk ke nukleus dan bereplikasi

Jenis Imunitas

Imunitas aktif

Akibat kontak langsung dengan mikroorganisme atau toksin sehingga tubuh memproduksi antibodi sendiri

– Secara alami : bila seseorang terpapar penyakit

– Secara buatan : vaksinasi

Imunitas pasif

Akbiat perpindahan antibodi

– Secara alami : lgG dari ibu ke janin melalui plasenta

lgA dari kolustrum (ASI pertama ibu)

– Secara buatan : Injeksi antibodi yang diproduksi baik oleh hewan atau

orang yang kebal karena pernah terpapar antigen

Peran Or Terhadap Ketahanan Imun

Damapk OR pada pertahanan imun bergantung pada intensitas olahraga

– Hipotesa :

o OR yang melelahkan akan menekan pertahanan imun, sedangkan

o OR dengan intensitas sedang, akan merangsang sistem imun

– Bukti :

o Survey

§ Yang berlatih > 60 mil seminggu, angka infeksi saluran nafas meningkat 2 X lipat

§ Yang berlatih < 20 mil seminggu selama 2 bulan

o 10 atlet di treadmeil selama 3 jam dengan kecepatan sama dengan saat perlombaan, periksaan darah menunjukkan :

§ Aktivitas sel natural killer berkurang 25 % – 50 % (penurunan berlangsung 6 jam)

§ Peningkatan 60 % hormon stress kortisol yang dapat menekan imunitas

o Wanita berjalan 45 menit sehari, 5 hari seminggu selama 15 minggu, menunjukkan :

§ Kadar antibodi dan sel natural killer meningkatkan selama program latihan tersebut

o Pada orang yang berusia > 65 tahun melakukan olahraga bersepeda stasioner dengan intensitas sedang, menunjukkan :

§ Terjadi peningkatan sel natural killer seperti pada orang muda

§ Tetapi hal ini tidak berlaku pada penderita HIV


Responses

  1. thx


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: